Kami Danendra Indonesia sebagai distributor buku akan membantu mendistribusikan buku anda mulai dari toko buku besar yang ada di pulau Jawa dan Jakarta sampai (khusus untuk kota Bandung) toko buku kecil atau toko buku di kompleks perguruan tinggi atau universitas dan tempat ideal menjual buku seperti bandara dan lokasi lainnya.

Ribuan judul buku sudah kami tangani dari berbagai daerah dan penerbit.

Distributor kami terus berusaha menyajikan layanan terbaik dan tertib administrasi.

Sadewa S.N.
- CEO Danendra Indonesia -



===================================================================




INFO, CATATAN dan TULISAN dalam BLOG DANENDRA:

Sabtu, 05 Oktober 2013

Komitmen dalam Gerakan Bersaing pada Strategi Bisnis


Komitmen

Barangkali satu konsep paling penting dalam merencanakan dan melaksanakan
gerakan bersaing ofensif atau defensif adalah konsep mengenai
komitmen. Komitmen dapat menjamin kemungkinan, kecepatan dan kekerasan
tindakan perlawanan terhadap gerakan ofensif dan dapat menjadi
landasan bagi strategi defensif. Komitmen mempengaruhi cara pesaing menilai
posisinya dan posisi lawan. Memantapkan komitmen pada dasarnya
merupakan bentuk mengkomunikasikan sumber daya dan niatan perusahaan
secara terang-terangan.6) 

6)Perlu ditekankan bahwa istilah komunikasi tidak digunakan dalam artian harfiah. Meskipun demikian,
beberapa cara pengisyaratan dan penetapan komitmen diawasi oleh penguasa antitrust A.S. karena
kekhawatiran bahwa ini mungkin efektif dalam membawa ke arah persekongkolan diam-diam dalam
industri. Walaupun penafsiran ini adalah baru dan belum terbukti, para manajer harus menyadari adanya
hal ini.


Para pesaing menghadapi ketidakpastian tentang
niatan perusahaan serta jumlah sumber dayanya. Mengkomunikasikan komitmen
akan mengurangi ketidakpastian dan menyebabkan pesaing menghitung
kembali strategi yang rasional menurut asumi yang baru, yang menghindarkan
peperangan. Sebagai contoh, jika suatu perusahaan dapat menyatakan secara
tegas untuk memukul mundur setiap gerakan tertentu, pesaingnya mungkin
akan menganggap reaksi ini sebagai suatu kepastian dan bukan sekedar kemungkinan
dalam merumuskan strateginya sendiri. Dengan demikian pesaing
lebih kecil kemungkinannya untuk bertindak mendahului. Muslihat dalam
interaksi persaingan adalah menyatakan komitmen dengan suatu cara sehingga
memaksimalkan posisi pasar perusahaan sendiri.
Ada tiga jenis utama komitmen dalam situasi persaingan, masing-masing
dirancang untuk menghasilkan hambatan yang berlainan:
• komitmen bahwa perusahaan secara tegas berpegang pada gerakan
yang sedang dilakukannya;
• komitmen bahwa perusahaan akan membalas dan terus membalas jika
pesaing melakukan gerakan tertentu;
• komitmen bahwa perusahaan tidak akan mengambil sesuatu tindakan
atau akan membatalkan suatu tindakan.
Jika suatu perusahaan dapat meyakinkan lawan-lawannya bahwa ia terikat pada gerakan strategis yang dibuatnya atau sedang direncanakan akan dilakukan, ini akan menambah kemungkinan bahwa pihak lawan akan menarik dirinya sendiri ke posisi yang baru dan tidak menggunakan sumber daya untuk melawan atau mencoba membuat perusahaan tersebut mundur. Dengan demikian komitmen dapat mencegah pembalasan. Makin tegar dan keras tampaknya suatu perusahaan dalam niatnya untuk melaksanakan gerakan tertentu, akan makin besar kemungkinan itu terjadi. Jika para pesaing menilai perusahaan tersebut telah bulat tekadnya, mereka mungkin menjadi yakin bahwa jika mereka melakukan pembalasan perusahaan ini akan melakukan kontra gerakan guna mempertahankan posisinya yang baru dan seterusnya saling membalas.

Bentuk komitmen yang kedua serupa, tetapi ini berkaitan dengan reaksi perusahaan terhadap kemungkinan prakarsa pesaing. Jika perusahaan dapat meyakinkan lawannya bahwa ia akan membalas dengan keras dan dengan pasti gerakan pesaing, maka pesaing mungkin berkesimpulan bahwa sama sekali tidak ada gunanya melakukan gerakan tersebut. Peran komitmen di sini adalah untuk mencegah gerakan yang mengancam pada kesempatan pertama. Makin besar dugaan pesaing akan pembalasan yang tajam dan sengit yang akan sangat menekan laba setiap perusahaan, makin kecil kemungkinannya mereka memulai rangkaian tindakan terlebih dahulu. Ini serupa dengan situasi di mana seorang perampok mengatakan, "angkat tangan, harta atau nyawa!," dan calon korban yang tampaknya sudah putus asa menjawab "Jika anda lakukan, saya akan meledakkan granat ini dan kita mati bersama!"

Bentuk komitmen yang ketiga, yaitu untuk tidak mengambil tindakan
yang merusak, dapat disebut sebagai membentuk perserikatan. Bentuk komitmen ini dapat menjadi penting dalam meredakan perang persaingan. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan dapat meyakinkan lawan-lawannya bahwa ia akan mengikuti kenaikan harga dan bukan berusaha menurunkannya, ini dapat membantu menghentikan perang harga.
Daya bujuk (persuasiveness) suatu komitmen berkaitan dengan seberapa jauh ia kelihatan mengikat dan tak dapat diubah lagi. Nilai komitmen adalah seperti sebuah pencegah, dan nilai pencegahan akan meningkat dengan kepastian dengan mana pesaing melihat bahwa komitmen akan dihormati. Ironinya adalah jika pencegahan gagal, perusahaan akan menyesal karena telah membuat komitmen (si korban tentu saja tidak ingin meledakkan granatnya). Perusahaan menghadapi situasi untung rugi yang sulit antara mengingkari komitmennya dan menurunkan kredibilitasnya di masa yang akan datang, atau membayar harga yang layak untuk memenuhi komitmen tersebut.
Baik isi komitmen maupun penentuan waktunya (timing) adalah sangat penting. Perusahaan yang dapat membuat komitmen pertama dapat berada dalam posisi untuk membuat perusahaan lain memperhitungkan perilakunya sebagai pedoman dalam memaksimalkan kalkulasi mengenai apa yang akan dilakukan, dengan demikian memungkinkan hasil yang menguntungkannya. Ini khususnya dapat efektif bilamana perusahaan-perusahaan pada dasarnya mencari hasil yang stabil tetapi tidak sepakat mengenai bentuk persisnya.
Bilamana dua perusahaan terjebak dalam perang sengit memperebutkan posisi dan mempunyai kepentingan yang sangat berbeda, komitmen dini mungkin kurang membantu.7)
7) Untuk pembuktian eksperimental yang mendukung kesimpulan ini, bacalah Deutsch (1960).


Dikutip dari buku:
Strategi Bersaing
Teknik Menganalisis Industri dan Pesaing
Penulis: Michael E. Porter, Agus Maulana Penerbit: Erlangga 1996

Dapatkan info lebih lanjut dengan membeli buku tersebut dan temukan koleksi buku lainnya dari Michael E. Porter, Agus Maulana dan Erlangga



Kamis, 03 Oktober 2013

Buku populer di 2012

Buku populer barat atau yang paling banyak diperbincangkan di jagad dunia maya tau internet di 2012 berdasarkan penelusuran dari mesin pencari Google melalui google.com. (Angka bukan sepenuhnya mutlak melambangkan urutan atau kualitas jumlah popularitas tau diperbincangkan. Judul Buku - Penulis)

1. Gone Girl - Gillian Flynn
2. The fault in Our Stars - John Green
3. The Casual Vacancy - J.K. Rowling
4. Fifty Shades Freed - E.L. James
5. Insurgent - Veronica Roth
6. Fifty Shades Trilogy - E.L. James
7. Reflected in You - Sylvia Day
8. Bared to You - Sylvia Day
9. Wild: From Lost to Found on the Pacific Crest Trail - Cheryl Strayed
10. Quiet: The Power of Introverts in a World that Can't Stop - Susan Cain
11. Behind the Beautiful Forevers - Katherine Boo
12. Bring up The Bodies - Hilary Mantel
13. The Power of Habit: Why We Do What We Do in Life and Business - Charles Duhigg
14. No Easy Day - Kevin Maurer, Matt Bissonnette
15. The Mark of Athena - Rick Riordan
16. Cinder - Marissa Meyer
17. The Racketeer - John Grisham
18. Defending Jacob - William Landay
19. On Dublin Street - Samantha Young
20. 1001 Books You Must Read Before You Die


Rabu, 02 Oktober 2013

Pengertian Manajemen Operasional dan Strategi Operasional


Manajemen Operasional adalah salah satu kegiatan manajemen
fungsional. Kegiatan manajemen operasionai selalu berkaitan
dengan proses transformasi semua masukan {input) sumber daya
secara terpadu sehingga dapat menghasilkan nilai tambah dalam
bentuk keluaran (output) baik yang berupa produk maupun jasa.
Kegiatan melalui proses transformasi tersebut dilakukan secara
efektif dan efisien, dan diukur berdasarkan kriteria tertentu secara
spesifik. Hasilnya berupa kinerja produk atau jasa serta proses teknologi
dan sesuai dengan tujuan pasar yang ingin dicapai.
Berdasarkan pengertian tersebut, indikator yang sangat menentukan
untuk kegiatan manajemen operasionai adalah :
1. Proses transformasi
Proses ini merupakan serangkaian kegiatan yang dapat merubah
masukan menjadi keluaran (produk dan jasa), dengan
memberikan tambahan manfaat berupa nilai tambah.
2. Efektivitas
Ini merupakan upaya mengerjakan semua pekerjaan secara
tepat {doing the right job), dengan menggunakan seluruh potensi
sumber daya yang dimiliki dan sesuai dengan tujuan
operasional.
3. Efisiensi
Ini merupakan upaya mengerjakan semua pekerjaan secara
optimal 0doing the job right) dan sebaik-baiknya dengan total
biaya paling rendah dan menghasilkan tingkat kesalahan nol
(zero defect).
4. Penggunaan Sumber Daya secara Terpadu
Karena potensi sumber daya semakin mahal dan ketersediaannya
sangat terbatas, pemakaian sumber daya ini harus dipergunakan
sebaik-baiknya dan secara proporsional, sesuai
dengan kebutuhan dan perencanaan.
5. Pencapaian Ukuran Kinerja Tertentu
Kinerja diukur berdasarkan perhitungan minimalisasi biaya,
kualitas yang baik, jangka waktu pengiriman yang cepat,
dan fleksibilitas yang tinggi.
6. Produk atau Jasa, Proses Teknologi, dan Tujuan Pasar
Fungsi operasional adalah membuat produk atau jasa yang
memberikan kontribusi sangat besar terhadap tujuan organisasi.
Hasilnya dapat diukur dengan jelas baik berdasarkan
produk atau jasa yang dihasilkan, proses teknologi yang dipergunakan
dan tujuan pasar yang ingin dicapai.

Berikut ini adalah pengertian mengenai strategi operasional
menurut beberapa pakar strategi.
Skinner (1978)
Strategi merupakan filosoji yang berkaitan dengan alat untuk mencapai
tujuan.
Hayes dan Wheel Wright (1978)
Strategi mengandung arti semua kegiatan yang ada dalam lingkup perusahaan,
termasuk di dalamnya pengalokasian semua sumber daya yang dimiliki
perusahaan.

Anderson et al. (1984)
Strategi operasional merupakan visi jangka panjang, terdiri dari misi, tujuan,
kebijakan, dan distinctive competence suatu perusahaan

Jadi, definisi strategi operasionai adalah komitmen terhadap semua
kegiatan yang direncanakan maupun yang ada dalam lingkup
perusahaan saat ini. Kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut secara
optimal memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada dan
melakukan proses transformasi untuk mencapai distinctive competence
dan tujuan operasionai perusahaan.
Indikator yang sangat bermanfaat membentuk pengertian strategi
operasionai adalah:
a. Komitmen terhadap kegiatan yang ada dalam lingkup
perusahaan.
b. Kondisi yang ada saat ini dan yang direncanakan.
c. Proses transformasi, yaitu kegiatan organisasi yang dapat
mengubah masukan menjadi nilai tambah keluaran.
d. Distinctive competence, yaitu kemampuan spesifik yang dimiliki
oleh perusahaan untuk menghasilkan nilai tambah melalui
proses transformasi dan mendukung tujuan perusahaan secara
keseluruhan.
Perumusan. strategi operasionai secara jelas merujuk pada dan
berkaitan dengan strategi unit bisnis dan strategi korporat. Menurut
Richardson, Taylor, dan Gordon (1985), perusahaan yang dapat
mengembangkan keterkaitan ini akan menjadi perusahaan yang
lebih sukses dan menguntungkan. Dengan demikian, strategi
operasionalnya memerlukan masukan dari berbagai fungsi
manajemen lainnya, misalnya evaluasi informasi atau strategi audit dengan menggunakan metode analisis SWOT.

Dikutip dari buku:
Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis
Reorientasi Konsep Perencanaan Strategis untuk Menghadapi Abad 21
Penulis: Freddy Rangkuti Penerbit: Gramedia Pustaka Utama 1997

Dapatkan info lebih lanjut dengan membeli buku tersebut dan temukan koleksi buku lainnya dari Freddy Rangkuti dan Gramedia Pustaka Utama