Kami Danendra Indonesia sebagai distributor buku akan membantu mendistribusikan buku anda mulai dari toko buku besar yang ada di pulau Jawa dan Jakarta sampai (khusus untuk kota Bandung) toko buku kecil atau toko buku di kompleks perguruan tinggi atau universitas dan tempat ideal menjual buku seperti bandara dan lokasi lainnya.

Ribuan judul buku sudah kami tangani dari berbagai daerah dan penerbit.

Distributor kami terus berusaha menyajikan layanan terbaik dan tertib administrasi.

Sadewa S.N.
- CEO Danendra Indonesia -



===================================================================




INFO, CATATAN dan TULISAN dalam BLOG DANENDRA:
Tampilkan postingan dengan label manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manajemen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Oktober 2013

Model-model Ekonometrik dalam Manajemen Strategik


Model-model Ekonometrik 
Dengan kemunculan komputer-komputer canggih, pemerintah dan beberapa perusahaan besar menggunakan perusahaan-perusahaan konsultan swasta untuk mengembangkan "model kausal," khususnya model-model yang melibatkan ekonometri. Model ekonometrik ini memanfaatkan persamaan kompleks regresi simultan untuk menghubungkan peristiwa-peristiwa ekonomi dengan bidang-bidang kegiatan perusahaan. Model ini khususnya berguna bila informasi tentang hubungan kausal tersedia dan diduga akan terjadi perubahan besar. Selama dekade 1970-an yang relatif stabil, ekonometrik merupakan salah satu industri yang paling cepat berkembang di Amerika Serikat. Tetapi, pada tahun 1980-an, tiga perusahaan ekonometrik terbesar—Data Resources (McGraw-Hill), Chase Econometric (Chase Manhattan Bank), dan Wharton Econometric Forecasting Associates (Zif-Davis Publishing)—mengalami masa-masa sulit. Ledakan harga minyak, inflasi, serta makin saling bergantungnya perekonomian dunia memunculkan masalah yang berada di luar jangkauan model-model ekonometrik. Dan meskipun ada banyak sumber daya teknologi, model-model seperti ini masih bergantung pada judgment para penyusunnya.9) 

Dua model peramalan yang banyak digunakan dan tidak begitu mahal adalah model deret berkala (time series) dan model judgment (judgmental). Model deret berkala berusaha mengidentifikasi pola berdasarkan kombinasi dari kecenderungan- kecenderungan historis dengan faktor-faktor siklis dan musiman. Teknik ini berasumsi bahwa masa lalu merupakan prolog dari masa depan. Teknik deret berkala, seperti perataan eksponensial dan proyeksi linear, relatif sederhana, dikenal luas, murah, dan akurat. Dari model-model deret berkala, model analisis kecenderungan (trend analysisj merupakan yang paling sering digunakan. Model ini mengasumsikan bahwa masa depan merupakan kelanjutan dari masa lalu, dengan mengikuti suatu kecenderungan jangka panjang tertentu. Jika tersedia data historis yang cukup, seperti penjualan tahunan, analisis kecenderungan dapat dilakukan dengan cepat dan dengan biaya wajar. Dalam analisis kecenderungan yang disajikan di Gambar 5-4, perhatian harus dipusatkan pada kecenderungan jangka panjang, seperti Kecenderungan C, yang didasarkan pada penjualan yang berfluktuasi selama 11 tahun. Kecenderungan A, yang didasarkan pada tiga tahun yang gemilang terlalu optimistik. Begitu juga, Kecenderungan B, yang didasarkan pada empat tahun yang buruk, terlalu pesimistik. 


Keterbatasan utama dari analisis kecenderungan adalah asumsi bahwa semua kondisi yang relevan tetap relatif konstan. Perubahan mendadak pada kondisikondisi ini akan membuat prediksi kecenderungan keliru.
Model judgment bermanfaat bila data historis tidak tersedia atau sukar digunakan.
Taksiran tenaga penjual (sales force estimate) dan penilaian opini eksekutif(
Jury of executive opinion) merupakan contoh model ini. Taksiran tenaga penjual
menggabungkan opini para tenaga penjual tentang keinginan pelanggan terhadap
produk-produk tertentu. Taksiran ini dapat relevan jika para pelanggan memang
bersikap jujur dan keinginan mereka konsisten. Penilaian opini eksekutif
merata-ratakan taksiran yang dibuat oleh para eksekutif dari pemasaran, produksi,
keuangan, dan pembelian. Di sini tidak diperlukan matematika atau statistik yang
rumit.
Survai pelanggan diselenggarakan dengan wawancara tatap muka atau melalui
telepon. Pertanyaan harus dirumuskan dengan baik dan mudah dipahami. Responden
dipilih secara acak dari populasi yang relevan. Survai tentang kebiasaan (custom
survey) dapat memberikan informasi mendalam yang berharga. Meskipun
seringkali sulit disusun dan menyita waktu, banyak perusahaan riset pemasaran
menggunakannya.


9) "Where the Big Economometric Models Go Wrong," Business Week, Maret 30, 1981, hai. 70-73. 

Dikutip dari buku: 
Manajemen Strategik
Formulasi, Implementasi, dan Pengendalian
Penulis: Pearce Robinson, Jilid Satu
Penerbit: Binarupa Aksara 1997
Untuk informasi lebih lanjut bisa membeli buku tersebut dan buku-buku lainnya dari Pearce Robinson atau penerbit Binarupa Aksara

Rabu, 02 Oktober 2013

Pengertian Manajemen Operasional dan Strategi Operasional


Manajemen Operasional adalah salah satu kegiatan manajemen
fungsional. Kegiatan manajemen operasionai selalu berkaitan
dengan proses transformasi semua masukan {input) sumber daya
secara terpadu sehingga dapat menghasilkan nilai tambah dalam
bentuk keluaran (output) baik yang berupa produk maupun jasa.
Kegiatan melalui proses transformasi tersebut dilakukan secara
efektif dan efisien, dan diukur berdasarkan kriteria tertentu secara
spesifik. Hasilnya berupa kinerja produk atau jasa serta proses teknologi
dan sesuai dengan tujuan pasar yang ingin dicapai.
Berdasarkan pengertian tersebut, indikator yang sangat menentukan
untuk kegiatan manajemen operasionai adalah :
1. Proses transformasi
Proses ini merupakan serangkaian kegiatan yang dapat merubah
masukan menjadi keluaran (produk dan jasa), dengan
memberikan tambahan manfaat berupa nilai tambah.
2. Efektivitas
Ini merupakan upaya mengerjakan semua pekerjaan secara
tepat {doing the right job), dengan menggunakan seluruh potensi
sumber daya yang dimiliki dan sesuai dengan tujuan
operasional.
3. Efisiensi
Ini merupakan upaya mengerjakan semua pekerjaan secara
optimal 0doing the job right) dan sebaik-baiknya dengan total
biaya paling rendah dan menghasilkan tingkat kesalahan nol
(zero defect).
4. Penggunaan Sumber Daya secara Terpadu
Karena potensi sumber daya semakin mahal dan ketersediaannya
sangat terbatas, pemakaian sumber daya ini harus dipergunakan
sebaik-baiknya dan secara proporsional, sesuai
dengan kebutuhan dan perencanaan.
5. Pencapaian Ukuran Kinerja Tertentu
Kinerja diukur berdasarkan perhitungan minimalisasi biaya,
kualitas yang baik, jangka waktu pengiriman yang cepat,
dan fleksibilitas yang tinggi.
6. Produk atau Jasa, Proses Teknologi, dan Tujuan Pasar
Fungsi operasional adalah membuat produk atau jasa yang
memberikan kontribusi sangat besar terhadap tujuan organisasi.
Hasilnya dapat diukur dengan jelas baik berdasarkan
produk atau jasa yang dihasilkan, proses teknologi yang dipergunakan
dan tujuan pasar yang ingin dicapai.

Berikut ini adalah pengertian mengenai strategi operasional
menurut beberapa pakar strategi.
Skinner (1978)
Strategi merupakan filosoji yang berkaitan dengan alat untuk mencapai
tujuan.
Hayes dan Wheel Wright (1978)
Strategi mengandung arti semua kegiatan yang ada dalam lingkup perusahaan,
termasuk di dalamnya pengalokasian semua sumber daya yang dimiliki
perusahaan.

Anderson et al. (1984)
Strategi operasional merupakan visi jangka panjang, terdiri dari misi, tujuan,
kebijakan, dan distinctive competence suatu perusahaan

Jadi, definisi strategi operasionai adalah komitmen terhadap semua
kegiatan yang direncanakan maupun yang ada dalam lingkup
perusahaan saat ini. Kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut secara
optimal memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada dan
melakukan proses transformasi untuk mencapai distinctive competence
dan tujuan operasionai perusahaan.
Indikator yang sangat bermanfaat membentuk pengertian strategi
operasionai adalah:
a. Komitmen terhadap kegiatan yang ada dalam lingkup
perusahaan.
b. Kondisi yang ada saat ini dan yang direncanakan.
c. Proses transformasi, yaitu kegiatan organisasi yang dapat
mengubah masukan menjadi nilai tambah keluaran.
d. Distinctive competence, yaitu kemampuan spesifik yang dimiliki
oleh perusahaan untuk menghasilkan nilai tambah melalui
proses transformasi dan mendukung tujuan perusahaan secara
keseluruhan.
Perumusan. strategi operasionai secara jelas merujuk pada dan
berkaitan dengan strategi unit bisnis dan strategi korporat. Menurut
Richardson, Taylor, dan Gordon (1985), perusahaan yang dapat
mengembangkan keterkaitan ini akan menjadi perusahaan yang
lebih sukses dan menguntungkan. Dengan demikian, strategi
operasionalnya memerlukan masukan dari berbagai fungsi
manajemen lainnya, misalnya evaluasi informasi atau strategi audit dengan menggunakan metode analisis SWOT.

Dikutip dari buku:
Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis
Reorientasi Konsep Perencanaan Strategis untuk Menghadapi Abad 21
Penulis: Freddy Rangkuti Penerbit: Gramedia Pustaka Utama 1997

Dapatkan info lebih lanjut dengan membeli buku tersebut dan temukan koleksi buku lainnya dari Freddy Rangkuti dan Gramedia Pustaka Utama